Pendidikan Karakter Bikin Siswa “Berguna” di Masyarakat

Pendidikan karakter merupakan langkah tepat dalam perkembangan dan perubahan aspirasi masyarakat yang dinamis. Pendidikan sejatinya tidak hanya membuat para siswa menjadi tegas, tetapi juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun. Dengan demikian, keberadaan para siswa menjadi bermakna bagi dirinya maupun […]

Pendidikan Karakter Bisa Sukses Jika…

Pendidikan di sekolah tidak hanya menyangkut pendidikan akademik. Sekolah, juga bertanggung jawab memberikan pendidikan karakter kepada siswanya. Dean of School of Education Boston University, Prof. Hardin L.K. Coleman, Ph.D mengatakan, pada dasarnya apa yang didapatkan di sekolah akan berpengaruh dengan […]

Tiga Karakter Siswa

Sejak rencana penerapan kurikulum 2013, kita akrab dengan istilah pendidikan karakter. Tetapi, apa sebenarnya definisi karakter? Menurut Dean of School of Education Boston University, Prof. Hardin L.K. Coleman, Ph.D. karakter diartikan sebagai kualitas pribadi. Karakter sendiri dikelompokkan menjadi tiga bagian, […]

Masih Ada Waktu Bersiap UN

Sudah belajar mati-matian, tapi kok rasanya masih belum siap juga ya menghadapi ujian nasional (UN)? Enggak usah cemas, masih ada waktu sekira sebulan untuk mempersiapkan diri, kok! 1. Cukupkan waktu belajar Mumpung masih ada waktu, kamu masih bisa mencicil belajar […]

 

Pendidikan Karakter Bikin Siswa “Berguna” di Masyarakat

Pendidikan karakter merupakan langkah tepat dalam perkembangan dan perubahan aspirasi masyarakat yang dinamis. Pendidikan sejatinya tidak hanya membuat para siswa menjadi tegas, tetapi juga mempunyai budi pekerti dan sopan santun.

Dengan demikian, keberadaan para siswa menjadi bermakna bagi dirinya maupun masyarakat pada umumnya. Pendidikan karakter pun menjadi unsur penting yang terus ditekankan dalam pelaksanaan kurikulum baru.

Dean of School of Education Boston University, Prof. Hardin L.K. Coleman, Ph.D menekankan bahwa setiap siswa harus memiliki kemampuan untuk mengikuti pendidikan karakter.

Guru pun juga harus bisa memprogramkan dan mengevaluasi pendidikan karakter tersebut serta bisa memainkan cara untuk pendidikan di luar sekolah. Yang pada akhirnya, para siswa bisa bekerjasama dengan guru. Read more »

Pendidikan Karakter Bisa Sukses Jika…

Pendidikan di sekolah tidak hanya menyangkut pendidikan akademik. Sekolah, juga bertanggung jawab memberikan pendidikan karakter kepada siswanya.

Dean of School of Education Boston University, Prof. Hardin L.K. Coleman, Ph.D mengatakan, pada dasarnya apa yang didapatkan di sekolah akan berpengaruh dengan apa yang siswa lakukan. Hal ini dipengaruhi tiga faktor utama.

“Faktor pertama, yaitu struktural. Secara terlahir atau secara khusus, mereka (siswa) terkait dengan gender mereka dan latar belakang yang mereka miliki seperti agama, keluarga, bahasa dan lain-lain. Kelompok faktor ini bisa menjadi prediksi dalam pendidikan karakter di sekolah maupun di luar sekolah,” ujar Coleman dalam Lecture Character Building and Civic Education di Gedung Guru PGRI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014). Read more »

Tiga Karakter Siswa

Sejak rencana penerapan kurikulum 2013, kita akrab dengan istilah pendidikan karakter. Tetapi, apa sebenarnya definisi karakter?

Menurut Dean of School of Education Boston University, Prof. Hardin L.K. Coleman, Ph.D. karakter diartikan sebagai kualitas pribadi. Karakter sendiri dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu perilaku, afektif, dan kognitif.

“Ketiganya berkaitan. Tiga jenis karakter ini juga bisa menjadi dasar pengembangan program-program pendidikan,” kata Coleman, di Gedung Guru PGRI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).

Pertama adalah karakter perilaku atau keterampilan. Hal ini, kata Coleman, mencakup disiplin, kerja keras, regulasi atau pengaturan diri sendiri. Karakter perilaku juga termasuk kemampuan menciptakan ikatan sesuai dengan lingkungannya. Meski penting, ia tidak lahir dengan sendirinya dan bisa diprediksi dari moral.

Kedua, yaitu karakter civic atau kewarganergaraan. Ini berkaitan dengan komitmen diri bagi masyarakatnya. Karakter ini juga penting untuk memainkan peran dalam komunitasnya.

“Ini mencakup antara lain, yaitu bagaimana pengetahuan dan bersikap yang baik serta melibatkan kerja dalam kemasyarakatan. Hal ini juga termasuk bagaimana kita bersikap dalam Pemilu dengan memilih yang tepat,” ungkapnya.

Terakhir yaitu karakter moral. Ini termasuk antara lain pengarahan dan respek yang efektif dalam anggota masyarakat yang berhasil. Karakter moral ini terjadi jika seseorang bergaul dengan orang lain untuk bersikap baik kepada mereka.

“Hal ini sudah diterapkan di sekolah. Pencapaian akademik yang bagus menunjukkan pendekatan yang kita gunakan di sekolah berpengaruh dalam mengembangkan siswanya. Satu hal penting yang ditekankan, yaitu semua guru harus bekerjasama dan fokus,” imbuhnya.

 

sumber : Okezone

Masih Ada Waktu Bersiap UN

Sudah belajar mati-matian, tapi kok rasanya masih belum siap juga ya menghadapi ujian nasional (UN)? Enggak usah cemas, masih ada waktu sekira sebulan untuk mempersiapkan diri, kok!

1. Cukupkan waktu belajar
Mumpung masih ada waktu, kamu masih bisa mencicil belajar berbagai materi yang akan diujikan. Ingat ya, jangan sampai belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Cara ini hanya akan membuatmu kelelahan dan malah tidak konsentrasi saat ujian.

Tetapkan waktu belajarmu dalam sehari, di luar kegiatan sekolah. Tentukan juga materi apa yang akan kamu pelajari. Kemudian, ikuti jadwal itu dengan sungguh-sungguh.

2. Atur tempat belajar
Enggak harus di meja, tetapi pastikan kamu memiliki tempat yang cukup untuk menyimpan semua buku dan catatan yang diperlukan saat belajar. Pastikan juga kamu duduk di sofa yang nyaman, pencahayaan cukup dan tidak terganggu karena terlalu berisik. Singkirkan semua gangguan agar kamu bisa fokus. Kamu juga bisa belajar sambil mendengarkan musik. Demikian dilansir Top Universities, Jumat (14/3/2014).

3. Gunakan kartu dan diagram
Tambahan visual bisa sangat membantu proses belajar. Ketika baru mulai belajar, tulislah semua poin penting tentang materi yang telah kamu ketahui. Kemudian, tandai di bagian mana saja yang tidak kamu ketahui.

Makin mendekati ujian, revisi kembali catatan itu menjadi satu diagram. Menggambar diagram seperti ini akan memudahkanmu mengingat kembali materi yang sudah dipelajari.

4. Berlatih soal ujian sebelumnya
Ini merupakan cara yang paling efektif ketika bersiap menghadapi ujian. Kerjakan soal-soal ujian dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, kamu bisa terbiasa dengan format pertanyaan dan pilihan jawaban yang umumnya keluar. Tidak hanya itu, kamu juga akan terlatih mengerjakan soal sesuai alokasi waktu yang diberikan.

5. Jelaskan jawabanmu ke orang lain
Manfaatkan keberadaan orangtua dan saudara di rumah. Kamu bisa menjelaskan jawaban dari sebuah pertanyaan kepada mereka. Cara ini bisa membantumu menjernihkan pikiran, dan juga menekankan bagian mana saja yang masih perlu kamu dalami.

 

sumber : Okezone